Mencuri dalam Shalat



Mencuri dalam Shalat Oleh : Bahron Anshori | 
23-Nov-2006, 11:51:20 WIB (Red: Ditulis berdasarkan sudut pandang agama Islam) 
Diriwayatkan, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW, tetapi Nabi menolaknya seraya bersabda, "Ulangi shalatmu, karena (sesungguhnya) kamu belum shalat!" Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah, tetapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, "Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat!" Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW. Tetapi lagi-lagi beliau menolaknya, dan bersabda, "Ulangilah shalatmu, sebab kamu itu belum melakukan shalat!" "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah? Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini, maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku," tanya lelaki itu. "Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir, lalu membaca ayat-ayat Al Qur'an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri'tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya." (HR. Bukhari) 

 Seorang muslim, wajib menjaga shalatnya. Sebab, shalat merupakan amal yang pertama kali akan dihisab oleh Allah SWT. "Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab kelak ialah shalat, jika shalatnya rusak, maka amal lainnya pun akan rusak." (HR. Thabrani) 

 Orang yang tidak menyempurnakan shalat adalah sama dengan orang yang mencuri dalam shalat. "Pencuri yang ulung itu ialah orang yang mencuri shalatnya." Sahabat bertanya, "Bagaimana caranya mencuri shalat itu wahai Rasulullah?" "Yaitu, yang tidak menyempurnakan rukuk, sujud dan bacaan di dalam shalatnya." (HR. Ahmad) 

Tidak ada seorang muslimpun yang mencuri shalat kecuali dia adalah orang munafik. "Itulah shalat orang munafik. Ia duduk mengintai matahari (hamper terbit) sehingga tinggal dua tanduk setan baru berdiri (untuk shalat) dan berdoa empat kali, ia tidak ingat kepada Allah melainkan hanya selintas (sedikit) saja." (HR. Bukhari Muslim) 

Siapa saja yang mencuri shalat, maka amal ibadahnya menjadi sia-sia di mata Allah. Lebih dahsyat lagi, orang yang mencuri shalat dianggap tidak beragama, "Kamu melihat orang ini, jika dia mati, maka matinya tidak termasuk mengikuti agama Muhammad SAW, dia menyambar shalatnya seperti burung elang menyambar daging." (HR. Ibnu Huzaimah). 

Karena itu, sempurnakanlah setiap rukun shalat, agar kita tidak tehindar dari orang yang disebut mencuri dalam shalat. Mohonlah pertolongan-Nya sebab Dia-lah yang tempat segala amal ibadah kembali. Wallahua'lam.
LihatTutupKomentar